Pemuda: Antara Usia dan Semangat

 
Pemuda setidaknya dapat kita maknai dari dua konteks. 

Pertama, pemuda dalam konteks usia. Menurut UU Kepemudaan, disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Simplenya, orang yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Kedua, pemuda dalam konteks semangat/mentalitas. Pemuda biasanya identik dengan orang yang memiliki semangat tinggi, kuat fisiknya, kaum yang diharapkan menjadi agen perubahan di masa depan, ambisius dan karakter-karakter positif lainnya.

Menjadi pemuda dalam konteks usia itu rasanya tidak sulit. Misalnya, sekarang adik saya usianya 14 tahun. Agar bisa jadi pemuda dalam konteks usia, ia ga perlu berjuang, ga perlu bersusah payah, ga perlu ikut bimbel, secara alamiah nanti ia akan mencapainya. Tinggal tunggu perputaran waktu saja. Berbeda dengan pemuda dalam konteks mentalitas, ia perlu diusahakan. Perlu perjuangan, pengorbanan. Seperti melawan rasa malas misalnya hehe. 

Yang sulit itu bukan menjadi pemuda dalam konteks usia, tapi menjadi pemuda dalam konteks semangat/mentalitas. Ada orang yang secara usia ia tergolong muda, tapi secara mentalitas belum tentu muda. Ada juga orang yang secara usia ia sudah tidak termasuk lagi dalam usia pemuda, tapi semangatnya, mentalitasnya masih begitu tinggi, bahkan makin menjadi-jadi. 

Saya punya guru, usianya sudah kepala tujuh, dalam kesehariannya ia tiada hari tanpa membaca, menulis dan mengajar. Begitu terus berulang-ulang. Yang menjadi kegelisahannya adalah bagaimana agar masyarakat bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Maka dari itu ia terus menulis. Yang dipikirkannya ummat, bukan diri sendiri sahaja. 

Ya, orang yang saya maksud adalah yang fotonya ada di feed ini. Guruku, Abah Dr. Muhsin Salim. Individu yang semangatnya begitu berapi-api, masih muda banget, hehe. 

Termasuk pemuda yang manakah kita? Semoga saja pemuda secara usia dan semangat/mentalitas sekaligus. Mantap jiwa. 

Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda, netizen. 

Muhammad Misbah
Jakarta, 28 Oktober 2022

#sumpahpemuda
Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama