![]() |
Beliau adalah
Dr. KH. Muhsin Salim, M.A. lahir di Serengat, 21 April 1950. Pada umur 4 tahun
mulai diajarkan oleh ayahandanya TGH. Salim Rahmatullah dan ibundanya Hj.
Mahyuni menghafal buku tajwid "Batu Ngompal" berisi syair berbahasa
Indonesia karangan Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid.
Beliau asli orang Lombok yang kini berdomisili di Jakarta. Merupakan orang
Indonesia pertama yang diutus untuk Tilawatil Quran di luar negeri yang pada
waktu itu dalam Haflah Tilawah Al-Qur'an (HTQ) Internasional di Turki, beliau
menjadi peserta terfavorit dan mendapat medali emas (1974).
Dosen tetap di Institut PTIQ Jakarta ini aktif menulis buku, di antara buku
karya beliau adalah seperti mensyarah (menerjemahkan/menjelaskan dalam bahasa
Indonesia) dua Kitab Qira'at yang populer di dunia Islam, yaitu:
1. Matan asy-Syathibiyah (Hirzul-Amani wa Wajhut-Tahani): menjelaskan tentang
Qira'at Tujuh karya Imam asy-Syathibi berisi 1173 nazham/bait. 2 jilid, th
2008. (kaidah ushul ringkas).
2. Matan ad-Durrah al-Mudhiyah: menjelaskan tentang Qira'at Tiga (selain
Qira'at Tujuh) karya Imam Ibnul Jazari berisi 204 nazham/bait. 2 jilid, th
2007. (Qira'at 10 thariq asy-Syathibiyyah & ad-Durrah).
3. Matan asy-Syathibiyyah: Kaidah Ushuliyyah Qira'at Tujuh menurut Thariq
ash-Syathibiyyah, th 2017 (lanjutan dari buku no. 1 dengan kaidah ushul versi
lengkap).
Karya lainnya juga: Ilmu Tajwid Metode Tartila (2001), Ilmu Nagham (2001),
Metodologi Penulisan Rasm Utsmani (2013), dll.
Mohon doanya, InsyaAllah buku yang akan segera dicetak :
1) Metodologi Jama' Qira'at
2) Matan Qira'ah Ashim (syair berbahasa Arab tentang cara baca Qiraat Ashim
Riwayat Hafsh Thariq asy-Syathibiyyah)
3) Matan 11 Thariq Riwayat Hafsh (berbahasa Arab).
Selain aktif menulis buku, beliau juga aktif membina qori'/qori'ah, imam masjid
dan dewan hakim seperti di Riau, Medan, Kalimantan, Lombok, dll. Juga sebagai
dewan hakim, baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional seperti
Turki, Tunisia, Maroko, Singapura, dan Malaysia
Sanad keilmuan
beliau bersambung sampai Imam asy-Syathibi dari tiga jalur berbeda :
1. Ayahanda beliau TGH Salim Rahmatullah, murid dari Maulana Syaikh (Pendiri
NW).
2. Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa al-Fadani al-Makki, guru dari Tuan
Guru Najamuddin Ma'mun (Pendiri PP Darul Muhajirin Praya Lombok Tengah).
3. Syaikh Abdul Qadir Abdul Azhim Abdul Barri (Mesir).
Imam Asy-Syathibi belajar qiraat kepada ibnu Hudzail 》 Ibnu Najah 》 Abu
Amr ad-Dani 》
Ibnu Ghalbun 》
Al-Hasyimi 》
Al-Usnani 》
Ubayd Ibnu Shobbah 》 Hafsh (Rawi Imam 'Ashim) 》 'Ashim (Imam
Qiraat) 》
Abdurrahman As-Sulami (tabiin) 》 belajar kepada para sahabat yaitu 1. Sayyidina Utsman bin Affan 2.
Ibnu Mas'ud 3. Ubay bin Ka'ab 4. Zaid bin Tsabit 5. Sayyidina Ali bin Abi
Thalib 》
Rasulullah Saw.
Karya monumental Imam Asy-Syathibi dalam ilmu qiraat adalah kitab Hirzul Amani
wa Wajhut Tahani atau lebih populer dengan sebutan Matan Syathibiyyah.
Kalau Mesir punya Syaikh Salim Muhaisin sebagia ulama qira'atnya, maka kita di
Indonesia punya Syaikh Muhsin Salim, hehe. Semoga sehat selalu Pak Kyai,
Aamiin.

