Pengertian Ilmu Qira’at

 



Secara etimologi, kata qira’at (قراءات) merupakan bentuk jamak dari kata قراءة. Kataقراءة  merupakan bentuk masdar dari kata قرأ – يقرأ – قراءة. Adapun secara terminologi, para ulama Al-Qur’an dari berbagai belahan dunia memberikan penjelasan tentang pengertian ilmu qira’at, di antaranya sebagai berikut.

Menurut Imam Ibnul Jazari

عِلْمَ بِكَيْفِيَّةِ أَدَاءِ كَلِمَاتِ الْقُرْءَانِ وَاخْتِلَافِهَا مَعْزُوًا لِنَاقِلِهِ[1]

          “Ilmu yang membahas tata cara mengucapkan kata-kata Al-Qur’an dan perbedaannya, dengan menisbahkan bacaan-bacaan tersebut kepada perawinya.

            Menurut Abdul Fattah al-Qadhi

عِلْمٌ يُعْرَفُ بِهِ كَيْفِيَّةُ النُّطْقِ بِالْكَلِمَاتِ الْقُرْءَانِيَّةِ وَطَرِيْقُ أَدَائِهَا اتِّفَاقًا وَاخْتِلَافًا مَعَ عَزْوِ كُلِّ وَجْهٍ لِنَاقِلِهِ[2]

            “Ilmu yang membahas cara-cara mengucapkan dan melafazkan kata-kata Al-Qur’an, baik yang disepakati (oleh ahli qira’at) atau yang diperselisihkan, dengan selalu menisbahkan semua bacaan tersebut kepada para perawinya masing-masing.”

Menurut Abu Syamah ad-Dimasyqi (w. 665 H)

الْقِرَاءَاتُ عِلْمٌ بِكَيْفِيَّاتِ أَدَاءِ كَلِمَاتِ الْقُرْءَانِ وَاخْتِلَافِهَا مَعْزُوًّا لِنَاقِلِهِ[3]

“Qira’at adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tata cara melafazkan beberapa kosa kata Al-Qur’an dan perbedaan pelafazannya dengan menisbatkan kepada orang orang meriwayatkan.”

Muhammad Ali Ash-Shabuni menambahkan dalam pengertiannya tentang ilmu qira’at bahwa cara baca Al-Qur’an itu harus memiliki sanad yang bersambung sampai kepada Rasulullah Saw., beliau mengatakan, qira’at secara istilah atau terminologi adalah:

مَذْهَبٌ مِنْ مَذَاهِبِ النُّطْقِ فِي الْقُرْآنِ يَذْهَبُ بِهِ إِمَامٌ مِنْ الْأَئِمَّةِ الْقُرَّاءِ مَذْهَبًا يُخَالِفُ غَيْرَهُ فِي النُّطْقِ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيمِ وَهِيَ ثَابِتَةٌ بِأَسَانِيدِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [4]

"Cara membaca Al-Qur'an al-Karim dari seorang Imam ahli qirâah yang berbeda dengan cara membaca imam lainnya berdasarkan sanad yang sampai kepada Rasulullah Saw."



[1] Ibnul Jazari, Munjid al-Muqri’in wa Mursyid ath-Thalibin, (t.t: t.p, t.th), h. 49.

[2] Abdul Fattah al-Qadhi, Al-Budurruz Zahirah, (Makkah: Maktabah Insan bin Malik, 2002), h. 5.

[3] Abu Syamah ad-Dimasyqi, Ibraz al-Ma’ani min Hirz al-Amani fil Qira’at as-Sab’, (Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1980), h. 3.

[4] Muhammad Ali Ash-Shobuni, At-Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an, (Pakistan: Maktabah Busyra, 2011), h. 57

Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama