"e1=e2, e masuk=e keluar. Jumlah energi/arus listrik yang masuk ke dalam suatu rangkaian listrik, akan sama dengan jumlah energi/arus listrik yang keluar dari rangkaian listrik tersebut." Itu yang saya ingat dari penjelasan beliau, ketika menjelaskan hukum Kirchhoff di mapel Fisika -lintas minat- sewaktu SMA dulu.
Kita mungkin sering mendengar motivator bilang, "Seberapa besar usaha yang kamu lakukan, maka sebesar itu pula hasil yang akan kamu dapatkan" atau "Usaha berbanding lurus dengan hasil" ataupun kata-kata lain yang semakna dengannya. Nah, asumsi saya, mungkin, boleh jadi nih, para motivator itu terinspirasi dari hukum Kirchhoff ini untuk merangkai kata-kata itu. Sekali lagi, mungkin, ya wkwk.
Statement atau kaidah ini saya kira benar, namun tampaknya tidak bisa diterapkan di semua hal. Contohnya adalah dalam hal membaca Al-Qur'an al-Karim.
Al-Qur'an, -sebagaimana hadis yang sudah sering banget kita denger/baca- ketika dibaca satu huruf saja, kebaikan yang didapatkan pembacanya tidak hanya satu huruf, melainkan setiap kebaikan dari setiap huruf yang dibaca dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, bahkan lebih, terlebih di bulan Ramadan seperti saat ini.
Jadi, kaidah atau rumus yang dimiliki Qur'an bisa diungkapkan, kira-kira: Seberapa besar yang usaha yang kita kerahkan untuknya, maka berlipat-lipat ganda kebaikan yang akan didapatkan. Insyaallah. Tentu itu semua karena Allah yang membalasnya. Wallahu a'lam.
📷 Kenangan (2019) bersama Bapak Slameto, S.Pd. -wali kelas 10 kami- dan dua sahabat saya yang stok lawakannya nggak pernah ada habisnya 😂. Satunya calon cendekiawan, satunya lagi calon gubernur, insyaallah kita semua sehat selalu, aamiin.
Cibubur, 16 Ramadan 1444 H
Misbah Muhammad
#ramadanmenulis #satya19