Ketika Bocil Main di Masjid

Ketika anak-anak bermain di masjid, biasanya akan ada dua persepsi orang, satu yang memahami karakter anak-anak, "namanya anak-anak, ya wajar aja" dan satunya lagi yang merasa risih, "bocah, kalau mau maen sono di lapangan!, jangan di masjid, arghh". Begitu kira-kira. 

Padahal sudah menjadi fitrah bagi anak-anak adalah suka bermain, apalagi ketika lagi kumpul bareng teman-temannya di sekolah, rumah, lapangan atau di mana saja, biasanya aman ramai, karena memang seperti itulah karakter anak-anak, terlebih usia TK-SD, lebih dominan bermain. #GaMainGaAsyik, mungkin begitu semboyan mereka.

Nabi Muhammad saw pernah ketika sedang menjadi imam shalat, ketika Nabi dalam posisi sujud, cucunya -Hasan atau Husein- menaiki punggung beliau, dan sikap beliau adalah memperlama sujudnya, menunggu cucunya turun dari punggungnya. 

Darinya kita belajar memahami bahwa memang seperti itulah anak-anak, fitrahnya suka bermain, bercanda ria, termasuk ketika berada di masjid. Ditegur harus, tapi dengan bahasa yang santun. Bukan dibentak-bentak, dimarahi, apalagi diusir dari masjid, karena itu bisa jadi membuat mereka trauma dan malas untuk datang ke masjid.

Ada untaian pesan indah yang diutarakan oleh Sultan Muhammad al-Fatih:
"Jika suatu saat masa kelak, kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak tertawa anak-anak riang di antara shaf-shaf shalat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian di masa itu."

Lagian kadang ada juga yang mungkin hanya gaya-gayaan aja, "eh bocah berisik, lagi ada ceramah/khutbah ribut banget". Hh, padahal kalau ga dibisingin suara anak-anak dia malah tidur, haha. 

Muhammad Misbah 
Jakarta, 14 Ramadhan 1443 H
Mushalla Nururrahman, Lap. Merah, Srengseng Sawah. 

#ramadhanmenulis #30harimenulis #belajarnulis
Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama