Dari kecil, sewaktu masih duduk
dibangku Sekolah Dasar (SD) saya diajarkan oleh guru-guru saya bahwa kitab suci
Al-Qur’an terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, dan 6666 Ayat. Ketika saya bertanya
kepada teman-teman yang lain ternyata sama, ia juga sedari kecil diberitahukan
demikian oleh gurunya. Ketika ditanya berapa jumlah ayat Al-Qur’an, maka dengan
percaya diri kami menjawab ‘6666 Ayat’. Namun benarkah jumlah ayat Al-Qur’an secara
keseluruhan berjumlah 6666 ayat?
Dalam
studi Ulumul Qur’an terdapat satu cabang ilmu, Ilmu ‘Addi Ayyil Qur’an, adalah
suatu ilmu yang membahas perhitungan jumlah ayat-ayat Al-Qur’an. Di antara
kitab-kitab karya ulama yang membahasnya di antaranya:
- Al-Bayan fi ‘Addil Ayyil Qur’an, karya Abu Amr ad-Dani (W. 444 H/1052 M).
- Nazhimatuz-Zahr, karya asy-Syathibi (W. 590 H/1194 M).
- Al-Faraidul Hisan fi ‘Addi Ayyil Qur’an, karya Abdul Fattah Abdul Ghani al-Qadhi (W. 1403 H/1982 M).
- Al-Muharrar al-Wajiz fi ‘Addi Ayyil Kitabil Aziz, karya Abdurrazaq Ali Ibrahim Musa.
Imam as-Suyuthi mengatakan mayoritas
ulama sepakat bahwa jumlah ayat Al-Qur’an 6000 ayat, sedangkan lebihnya ada
perbedaan pendapat.
Perbedaan itu terjadi setidaknya karena
dua hal:
Menurut Imam az-Zarkasyi
(W. 794 H/1391 M) ketika membaca Al-Qur’an terkadang Nabi Muhammad saw berhenti
pada akhir ayat karena waqaf. Namun di lain waktu, beliau tidak berhenti di
tempat tersebut, bahkan menyempurnakan bacaannya sehingga para sahabat yang
mendengar menghitungnya sebagai akhir ayat.
Perbedaan ulama
terkait erat dengan enam salinan mushaf yang ditulis pada masa Utsman bin Affan
yang didistribusikan ke beberapa wilayah Islam yang ketika itu meliputi
Madinah, Makkah, Syam, Kufah, dan Basrah. Sementara Al Jabiri menambahkan satu
lagi yaitu wilayah Hims. Khusus di wilayah Madinah, hasil penjumlahannya ada
dua versi yang disebut Madani Awal dan Madani Akhir.
Berikut ini perhitungan jumlah ayat
Al-Qur’an merujuk kepada enam mushaf yang dikirim ke beberapa wilayah Islam pada
waktu itu.
- Madani Awal : 6217 Ayat.
- Madani Akhir : 6214 Ayat.
- Makki : 6210 Ayat.
- Al-Kufi : 6236 Ayat.
- Al-Bashri : 6204 Ayat.
- Himsy : 6232 Ayat.
Di antara keenam hasil perhitungan
itu tidak terdapat pendapat yang mengatakan jumlah ayat Al-Qur’an berjumlah
6666 ayat. Lalu dari manakah pendapat tersebut? Mengutip dari penjelasan Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dalam kanal YouTubenya, pendapat ini
diketengahkan oleh Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz-Zain fi
Irsyadil Mubtadiin dan juga az-Zuhaily dalam kitabnya at-Tafsir al-Munir
fil ‘Aqidah wasy-Syariah wal Manhaj.
Syaikh Nawawi al-Bantani mendapatkan
angka 6666 ini bukan dari menghitung ayat per ayat, melainkan menghitungnya
dengan klasifikasi berdasarkan tema-tema tertentu, sebagai berikut:
- 1000 ayat tentang perintah.
- 1000 ayat tentang larangan.
- 1000 ayat tentang janji.
- 1000 ayat tentang ancaman.
- 1000 ayat tentang kisah-kisah dan kabar-kabar.
- 1000 ayat tentang ibrah dan tamsil.
- 500 ayat tentang halal dan haram.
- 100 ayat tentang nasikh dan Mansukh.
- 66 ayat tentang doa, istighfar, dan zikir.
Dari beberapa perbedaan
pendapat mengenai jumlah ayat di atas, perbedaan hasil perhitungan jumlah ayat
Al-Qur’an ini bukan berarti mushaf satu dengan yang lainnya berbeda -ada lafazh
kalimat yang lebih dan kurang- melainkan perbedaannya terletak dari penentuan
awal dan akhir setiap ayat. Misalkan dalam mushaf yang sehari-hari akrab dengan
kita di Indonesia -mushaf dengan riwayat Hafsh an Ashim al-Kufi- di awal surah
al-Baqarah, الم adalah ayat
pertama dan ذلك الكتب لا ريب فيه هدى
للمتقين adalah
ayat kedua dan al-Baqarah berjumlah 286 ayat.
Lain hal dengan mushaf dengan riwayat Warsy an
Nafi al-Madani bahwa الم ذلك الكتاب لا ريب فيه
هدى للمتقين adalah
ayat pertama, sedangkan ayat keduanya adalah الذين
يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون, dan
seterusnya sehingga dalam atau menurut riwayat Warsy an-Nafi ini, surah
al-Baqarah berjumlah 285 ayat.
Sekali lagi, perbedaan hasil perhitungan jumlah ayat Al-Qur’an ini bukan berarti mushaf satu dengan yang lainnya berbeda -ada lafazh kalimat yang lebih dan kurang- melainkan perbedaannya terletak dari penentuan awal dan akhir setiap ayat.
Wallahu a’lam.
Muhammad Misbah
Jakarta, 25 Jumadil Ula 1443 H
