Pada Akhirnya Kita Akan Jadi Cerita

Ibnu Jarir ath-Thabari (penulis Jami' al-Bayan fi Ta'wil Al-Qur'an) setiap harinya diisi dengan menulis sebanyak empat puluh halaman selama kurun waktu empat puluh tahun. 

Imam al-Bukhari menghabiskan waktu kurang lebih 16 tahun  untuk menyusun masterpiece beliau, kitab Shahih Bukhari. 

Imam an-Nawawi selama dua tahun tidak pernah tidur dengan berbaring, ia sibuk membaca dan menulis. Makan, minum dan istirahat baginya adalah karena terpaksa.

Syaikhul Islam: Ibnu Taimiyah senantiasa mengkaji, menelaah kitab meski dalam keadaan sakit, ia bahkan merasa lebih sehat kalau waktunya diisi dengan belajar. 

Syaikh Alauddin ibnu Nafis (penemu sistem peredaran dalam tubuh) mencatat permasalahan kedokteran di sela-sela mandinya. 

Ibnu Taimiyyah al-Jadd ketika hendak masuk kamar mandi meminta orang lain untuk membacakan kitab dengan suara keras dari luar agar ia bisa mendengarnya ketika di dalam kamar mandi. 

Dan banyak lagi para ulama lainnya.

***

Ada ungkapan dalam bahasa Arab:
في النهاية كلنا سنصبح حكايات
"Pada akhirnya, kita akan menjadi cerita"

Ada yang hidupnya singkat, tapi cerita tentangnya tak ada habisnya menginspirasi manusia. Imam Nawawi salah satu contohnya, wafat usia 42 tahun, hidupnya singkat tapi karya-karyanya melegenda, bermanfaat dan terus dikaji sampai sekarang. 

Ada juga yang hidupnya panjang, 100 tahun atau bahkan lebih. Tapi meninggal tidak ada karya yang ditinggalkan, kecuali nama saja. 

Mereka-mereka di atas mungkin telah wafat, wafat nyawa pertamanya. Adapun nyawa keduanya masih hidup, adalah karya-karyanya yang masih dapat kita pelajari, ambil manfaat darinya. Itulah shadaqah jariyah bagi mereka. 

Cerita mereka manis, dikenang baik oleh orang-orang setelahnya. Bagaimana dengan kita nanti?

Muhammad Misbah 
Cibubur, 15 Ramadhan 1443 H 
Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama