الۤمّۤ (أَلِفْ لَامْ مِيْمَ)
١ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۗ ٢
Mim
yang terdapat pada ميم
(yang berwarna merah) adalah mad lazim harfi mukhaffaf. Cara membacanya adalah
bisa dengan dua cara; membacanya sepanjang dua (2) harakat dan empat (6)
harakat.
·
Dua harakat,
maka terbaca alif laaaaaam miimallah …
Kenapa dibaca 2 harakat? Karena
huruf mad tidak lagi bertemu sukun yang berubah menjadi fathah (fathah aridhah).
·
Enam harakat,
maka terbaca alif laaaaaam miiiiiimallah …
Kenapa masih bisa dibaca 6 harakat?
Ulama qiroat menjelaskan untuk mempertahankan harakat asal (sukun) pada mim
kedua.
Pertanyaan
selanjutnya kenapa kok dibaca dengan fathah, tidak dengan kasrah ataupun
dhammah?
·
Dibaca fathah
karena untuk mempertahankan suara tebal (tafkhim) pada lafazh jalalah.
· Jika dibaca kasrah للّٰهُمِيْمِ suaranya akan menjadi tipis (tarqiq).
·
Kenapa tidak
dhammah, bukankah jika dhammah maka akan terdengar tebal (tafkhim) juga? Karena
agar tidak serupa dengan mim jama’ seperti contoh pada kalimat ذا لكمُ الله .
Adapun huruf mim pada ayat ini adalah mim asli.
Wallahu a’lam
Muhammad
Misbah
Jakarta, 30
September 2023