Ketika menjumpai bacaan yang memiliki cara baca lebih dari satu cara (wajh), maka seorang qari (pembaca Al-Qur’an) boleh memilih salah satu di antara cara-cara baca yang ada, dengan catatan bahwa hendaknya konsisten menerapkan pilihannya itu selama membaca. Imam Ibnul Jazari dalam Muqaddimah Jazariyyah-nya pada bait ke-31 berkata:
وَاللَّفْظُ فِي نَظِيْرِهِ كَمِثْلِـهِ
Pelafalan kata yang sama hendaknya dijaga keserasiannya.
Contohnya seperti mad aridh lissukun, boleh dibaca dengan kadar panjang dua, empat, atau enam harakat. Atau mad jaiz munfashil, boleh dibaca dengan empat atau lima harakat.
Namun bisa juga berbeda hukum bacaannya, namun ia dipersamakan (mulhaq) dengan hukum lainnya, seperti mad jaiz munfashil hakiki dengan mad shilah thawilah (mad jaiz munfashil hukmi), mad thabi’i dengan mad shilah qashirah, dan lain-lain.
Contoh sederhananya misalkan ketika membaca surah al-Fatihah. Surah ini pada semua akhir ayatnya termasuk bacaan mad aridh lissukun (tentunya jika waqaf pada setiap akhir ayatnya), mulai dari ayat 1-7. Jika kita membaca mad aridh lissukun pada ayat ke-1 dengan panjang dua harakat, maka hendaknya ketika membaca mad aridh lissukun pada ayat ke-2, ke-3 dan seterusnya tetap dengan panjang dua harakat.
Jika pada ayat ke-1 mad aridh lissukun-nya dibaca dengan empat harakat, maka demikian juga seterusnya pada mad aridh lissukun berikut-berikutnya dengan empat harakat. Pun demikian ketika enam harakat. Harus senantiasa konsisten dengan wajh yang dipilih di awal. Atau dengan kata lain, dijaga keserasiannya. Karena “Keserasian adalah salah satu unsur keindahan”, demikian dawuh Abah Muhsin Salim.
Kalau boleh dianalogikan, misalkan seperti ketika kita jalan kaki. Ketika besar langkah kaki kita sama besar setiap langkahnya, maka akan terasa lebih mudah kita melangkahkan kaki dan enak dilihat. Berbeda ketika misalkan langkah pertama kita sebutlah sepanjang 5 cm, kemudian langkah kedua 35 cm, ketiga 100 cm, dan seterusnya berbeda, tidak sama, maka menurut saya akan keliatan lucu. Kalau ikut lomba gerak jalan, fix gak juara, hehe. Wallahu a'lam.
Jakarta, 19 Desember 2023
📷 Satya, 5 Mei 2023
