| Sumber: Unsplash (Osama Elsayed) |
Dari dulu, Negeri Mesir memiliki banyak nama atau sebutan, baik nama itu digunakan oleh bangsa Mesir itu sendiri, ataupun digunakan oleh bangsa lain untuk menyebut negeri Mesir. Nama-nama itu tak hanya sebatas sebutan belaka tanpa arti, namun memiliki makna filosifis yang sesuai dengan karakteristik negeri ini. Di antara nama-nama itu adalah:
- Kemet, bermakna tanah hitam atau tanah cokelat. Dulu, setiap tahunnya Sungai Nil mengalami banjir bandang dan membawa sedimen tanah subur yang berwarna hitam. Tanah inilah yang mengendap di sepanjang lembah Sungai Nil yang kemudian digunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian.
- Tawi, bermakna dua tanah atau dua negeri. Nama ini merujuk kepada pembagian negeri Mesir yang terbagi atas dua bagian, yaitu Negeri Utara dan Negeri Selatan.
- Edibo, bermakna dua tepian. Makna tersebut diambil dari ikatan mereka dengan Sungai Nil, yang mana sisi timur merupakan tanah kehidupan dan sisi barat merupakan tanah kematian menurut kepercayaan bangsa Mesir Kuno.
- Tamri, bermakna negeri pertanian dan perkebunan, selaras dengan nama Mesir sebelumnya, Kemet. Disebut demikian karena negeri ini cocok untuk bertani karena tanahnya yang subur dan air sungai Nil yang berlimpah.
- Desyret, bermakna negeri merah atau negeri padang pasir. Nama ini digunakan karena sebagian dari wilayah Mesir adalah gurun pasir yang tandus.
- Mesir, pertama kali digunakan pada abad ke-14 SM oleh penguasa bangsa Kan’an ketika mengirim surat kepada raja Mesir dan menyebut wilayahnya dengan nama Mesir, kemudian perlahan penyebutan ini menyebar ke wilayah sekitar seperti sumber-sumber bangsa Babilon, Persia, Asyur, dan Fenisia. Ada perbedaan pendapat terkait asal kata dari nama Mesir ini, di antaranya: a) Berasal dari kata Mejer yang bermakna Negeri Yang Terlindungi. Disebut demikian karena dilihat dari letak geografis negeri ini, dikelilingi oleh bentang alam yang melindungi wilayahnya, Laut Merah di sebelah timur, Laut Mediterania di sebelah utara, padang pasir di sebelah timur dan baratnya. b) Terambil dari kitab Taurat yang ditulis dengan kata Mishraim. c) Dari kitab suci Al-Qur'an seperti pada surah Yusuf ayat 21.
- Negeri Kinanah, selaras dengan kata Mejer dalam bahasa Mesir Kuno yang bermakna negeri yang terlindungi karena letak geografisnya. Maka dari itu, Mesir dinamai Kinanah yang bermakna tempat menyimpan anak panah, hal ini sesuai dengan wilayahnya yang terlindungi, terjaga.
- Egyptus, terambil dari sebutan bangsa Yunani yang diambil dari kata Egby yang bermakna air kekekalan yang merujuk pada air Sungai Nil yang sangat berlimpah. Disebut air kekekalan karena ia melahirkan dewa-dewa menurut salah satu teori penciptaan bangsa Mesir Kuno. Kemudian ada juga yang mengatakan nama ini tersusun dari kata Het-Ka-Ptah yang merujuk pada salah satu kuil penyembahan Dewa Ptah yang paling terkenal dan disembah di Kota Menef, hingga kemudian berubah menjadi Aigubtah dan ditambahkan huruf s di akhir menjadi Aigubthus. Ketika bangsa Arab menaklukkan wilayah ini, mereka berat dalam melafalkannya dan kemudian merubahnya menjadi Aiqubthi dan Qibti.
Referensi:
Muhammad Iqbal, Ensiklopedia Piramida Mesir Kuno
Kairo, 4 Juli 2025