Penyebutan bil-Khafdi dan Khafd dalam Matn Ajurrumiyyah

❓ Kenapa dalam kitab Matan Al-Jurumiyyah, saat membahas alamat (tanda) isim disebutkan bil-khafdi dan juga huruf khafd? Apakah tidak cukup menyebut salah satunya saja?
📝 Jawaban: Tidak cukup.
✅ Karena khafd (jar) itu bisa terjadi melalui dua cara:

1. Dengan huruf khafd, seperti:
مِنَ المسجدِ
2. Dengan idhafah (penyandaran), seperti:
كتابُ زيدٍ

📌 Maka, jika hanya menyebut huruf khafd saja, itu tidak mencakup isim yang dikhafdkan karena idhafah.

❓ Kalau begitu, kenapa tidak cukup menyebut “khafd” saja, karena di dalamnya sudah mencakup huruf khafd?
📝 Jawaban: Karena huruf khafd bisa masuk pada isim mu‘rab maupun mabni.

1. Jika huruf khafd masuk pada isim mu‘rab, maka tanda khafd (kasrah) akan tampak, contoh:
مِنَ المسجدِ
2. Tapi jika huruf khafd masuk pada isim mabni, maka tanda khafd tidak tampak, contoh:
من هذا المكانِ
(Hādzā adalah isim mabni, dia dalam keadaan makhfudh tetapi tidak tampak tanda khafd-nya.)

Dengan demikian, penyebutan keduanya (bil-khafdi dan huruf khafd) adalah untuk mencakup semua kemungkinan dan memperjelas makna.


Kairo, 30 Juni 2025
Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama