Faidah Syarah Kafrawi ala Jurumiyyah [Bag. 1]



Syarah Kafrawi ala Jurumiyyah mencakup 3 pembahasan: menjelaskan makna Jurumiyyah, i’rab jurumiyyah, contoh yang melimpah.
I’rab yang dimaksud: tathbiq mufradat al-Murakkabat ala al-Qowaid an-Nahwiyyah. Contoh: Dhoroba Zaydun Amron Fil Bait
  • Dhoroba: fi’lun. Kenapa fi’lun ? Karena mengikuti kaidah. Madhin. Kenapa madhin ? Karena mengikuti kaidah. Mabniyyun. Kenapa mabniy ? Karena mengikuti kaidah. Maka, kita telah mempraktekkan dhoroba terhadap kaidah2 nahwu.
  • Zaydun: Fa’il. Kenapa fa’il ? Karena kaidah. Marfu. Kenapa marfu ? Karena kaidah. Wa ‘alamatu raf’ihi. Kenapa begitu ? Karena rofa itu maknawiy,maka dia butuh alamat.
  • Amron: mafulun bihi. Kenapa mafulun bihi ? Karena kaidah. Manshubun. Kenapa manshub ? Karena kaidah. Kenapa alamat nasbihi fathah ? Karena kaidah.
  • fi: harf. Kenapa harf ?. Kenapa jarr ? Kenapa mabniy ?
  • Al-Bait. Majrurun. Kenapa majrur ? Dst.
Isykal
Boleh ga kita bilang “tathbiq murokkabat? “ boleh, dengan mentakdirkan mudhof “mufrodat”.
Boleh ga kita bilang “tathbiq qowaid ala mufrodat murakkabat” ? Ga boleh. Nanti seolah-olah hanya bisa 1 macam praktek. Contoh: ma ahsan zayd. Kalau kita bilang tathbiq qowaid, maka nanti dia cuma jadi 1 jenis cara baca. Tapi kalau kita bilang tathbiq mufrodat, maka bisa berubah ubah sesuai yang diinginkan.

Basmalah
Imam Kafrawi mendatangkan basmalahnya sendiri, ditambah dengan basmalah Matin ketika masuk matan.
Dua mazhab ketika kita menemukan sebuah syarah namun basmalah nya hanya satu:
  1. Basmalah yang ada kita katakan basmalah matin. Syarih menghapus basmalahnya sebagai isyarat dan penegasan bahwa syarah nya itu cabang/rincian dari matan. Sehingga dikedepankan basmalah matin karena syarah itu menginduk kepada matan.
  2. Basmalah yang ada milik syarih. Basmalah matin dihapus. Sebagai isyarat bahwa matan dan syarah sudah menjadi 1 hal sehingga sah saja basmalahnya cuma 1.
Isykal
  1. Kenapa memulai dengan basmalah ? Karena mengikuti Al Quran dan mengamalkan sunnah.
  2. Bukankah orang yang memulai dengan basmalah otomatis tidak mengamalkan hadis tentang hamdalah ? Begitu juga sebaliknya ? Ibtida terbagi 2. Ibtida haqiqi dan idhofiy. Ibtida haqiqi itu persis terletak setelah pekerjaan yang dimaksud dan tidak didahului oleh hal lain. Sementara idhofiy adalah ibtida secara umum, baik didahului oleh sesuatu atau tidak, dia lebih umum.
  3. Kenapa basmalah dulu baru hamdalah ? Karena quran mulainya basmalah dulu. Dan tidak ada satupun ulama yang memulai dengan hamdalah dulu kemudian basmalah.
Alhamdulillaah
Al + hamd. Jika alif lam nya istighroq maka ada 4 jenis hamd yang dimaksud. Isykal: Bukankah hamdun hadits li hadits dan hamdun qodim li hadis ga masuk ? Jawabannya: Sekilas secara zohir itu bukan untuk Allah swt. Tapi, jika kita perhatikan hakikat manusia sebagai makhluk, maka segala bentuk pujian kepada makhluk sebenarnya kembali kepada Allah swt.

Jika alif lam nya lil jins maka otomatis tercakup semua jenis. Ini pendapat yang diambil imam zamakhsyary.
Isykal Apakah imam zamakhsyary mengambil qoul ini karena beliau mu’tazilah ? Sebab hamdun hadis lil hadis itu murni untuk makhluk. Karena makhluk itu punya pilihan untuk memuji dirinya sendiri tanpa melibatkan tuhan (Af’aluhu Ikhtiyariyah).

Jawabannya: kuatnya alif lam lil jins bukan karena mazhab. Melainkan karena prosesnya.
Proses al hamdulillah. Baca buku aja.

— Definisi Al Hamd Ats tsanau bil lisan (al kalam) ala al fi’li al jamil al ikhtiyari ala jihati ta’dzim wa tabjil sawaun kana fi muqobalati ni’matin aw la.
Idhofah jihah ke ta’dzim idhofah bayaniyyah. Perbedaan idhofah bayaniyyah dan lil bayan:
Idhofah bayaniyyah dan lil bayan sama aja.
Idhofah bayaniyah itu kalau nisbah antara mudhof dan mudhof ilaih umum wa khusus muthlaq. Sedangkan lil bayan itu apabila mudhof lebih umum dari mudhof ilaih.
Mawridul Hamdi Khos wa huwa al lisan. Amma muta’allaquhu ‘am.
Arkan Hamd Hamid : yang memuji Mahmud : yang dipuji Mahmud bihi: makna dari lafadz yang digunakan untuk memuji Mahmud ‘alaih : sebab adanya pujian Sigoh : lafadz pujiannya

Tanbih: terkadang mahmud bihi dan ‘alaihi itu satu hal yang sama seperti perkataan “zaydun kariimun”. Terkadsng juga 2 hal yang berbeda. Seperti “zaydun solihun” dalam konteks zayd abis jajanin kita.

Alhamdulillah Insyaiyyah atau khabariyyah ?
  1. Insyaiyyah ma’nan khabariyyah lafzhan. Karena pujian itu terjadi dengan perantara makna jumlah. Jadi pujian itu akhirnya terwujud. Konsekuensinya syarih sah dianggap pemuji.
  2. Khabariyyah maknan wa lafzon. Maka seolah tidak ada hamdun di sana. Sebab hanya memberi informasi, bukan memuji.

Isykal: Orang yang memberi informasi tentang pujian belum tentu dia memuji. Apakah syarih ketika itu tidak dianggap sebagai pemuji ?

Jawabannya : benar bahwa memberi informasi tidak melazimi si pemberi informasi bersifat apa yang dia informasikan. Namun, apabila khabar/madhmun jumlah itu afrod dari mukhbar anhu/mubtada maka pemberian informasi jenis tersebut melazimi si pembawa informasi bersifat apa yang ia informasikan.

Faidah dari Ustadz Ahmad Hadziq Akmal, Lc.
Kairo, 6 Juli 2025
Muhammad Misbah

Menulis apa yang disampaikan guru, catatan belajar, atau walaupun hanya sekadar unek-unik. Titip di sini biar mudah dicari dan ngga hilang dimakan rayap.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama